Aku Hamil Nggak Yaa?

Ini tanda-tanda mau haid apa hamil ya? Mirip-mirip soalnya…

Aku menikah tanggal 23 Juni 2018 lalu. Sekitar seminggu sebelum jadwal masa haid datang. Biasanya haidku rutin teratur, telat pun paling jauh 1 mingguan. Loh ini sekarang sampai tanggal 18 Juli 2018 pun belum juga kunjung haid.

Lumrahnya orang, kalau sehabis nikah lantas haidnya telat, maka apa yang biasa orang simpulkan? Hamil!! Yap, mengandung si buah hati. Apa itu benar?

Continue reading “Aku Hamil Nggak Yaa?”

Iklan

Haters? Enaknya Diapain yaaa

Assalamualaikum selamat pagi semua 🙂

Alhamdulillah puji syukur kehadirat Allah SWT, karena atas izinNya aku masih diberikan kesempatan menulis kembali, dengan suasana hati yang InsyaAllah senantiasa damai ini. Semoga hanya hati yang senantiasa tentramlah yang hadir dalam kehidupan kita. Aamiin

Pagi ini, aku tergugah menulis sesuatu yang lumayan menggelitik jemariku bergerak kembali. Sesuatu yang membuatku panas sesaat, tapi cukup untuk membuatku merenung kembali.

Apa itu?

Continue reading “Haters? Enaknya Diapain yaaa”

Soal Duniawi, Aku Tak Seberuntung Itu

Bismillahirrahmaanirrahiim…

Pernahkah rasanya kamu ingin jatuh saja ketika lagi-lagi mengalami kegagalan? Seberat apa rasanya bangun dari keterpurukan? Apa yang kamu pikirkan saat lagi-lagi jatuh? Menyerahkah? Atau tak gentar untuk maju kembali?

Wahai diri, kamu mungkin tak sehebat itu. Berpura-pura menjadi superman, yang bukannya bisa menangkap musuh, tapi malah sebaliknya, terperangkap jebakan musuh. Wahai diri, berhentilah sejenak memaksakan kalau kamu itu hebat. Menyerahlah…

Continue reading “Soal Duniawi, Aku Tak Seberuntung Itu”

Stop Katakan Nikah!

Akhir-akhir ini batin rasanya lebih tersiksa dari biasanya, dari umur sebelum 20 tahunan seperti sekarang.

5 tahun silam di Pare

“Miss, aku pengin nikah. Tapi …..”, teman kamarku berguling-guling di ranjang.

“Tapi gimana miss?” ujarku penasaran

“Tapi bapakku nggak setuju sama cowok yang aku suka ini miss”

Aku yang notabene masih remaja cuma menyabarkan aja, heran aja kok orang pengin nikah sampai segitunya ya, kayak galau bangettt gitu. Hehe

Tarrrrraaaaa…2017, 2018

Continue reading “Stop Katakan Nikah!”

INI ALASANKU HARUS SUKSES

Setiap orang pasti ingin sukses. Aku percaya itu. Alasannya pun beragam, bisa karena soal akhirat atau duniawi. Namun, untuk mencapainya bukanlah hal yang mudah, ada suka dan dukanya, lantas bisa membuat kita terpuruk tiba-tiba. Kalau kita nggak punya landasan untuk bangkit, maka akan sulit jadinya. Nah, maka dari itu, kita harus punya alasan kenapa kita harus sukses, untuk apa? Untuk kita jadikan motivasi saat lelah dalam perjalanan. Berikut ini sekilas buat aku, kenapa aku harus sukses. Check it out!

Continue reading “INI ALASANKU HARUS SUKSES”

Pikirkan kembali, Apakah Cuekmu Bisa Mengangkat Harga Dirimu?

Pernahkah kamu nggak dianggap keberadaannya oleh orang lain? Pernahkah kamu follow orang terus nggak difollback? Pernahkah kamu chat tapi nggak dibales, parahnya cuma diread? Atau pada intinya, pernahkah kamu tersenyum lantas disambut dengan tatapan datar?

Yap, semua orang akan sepakat mengatakan ‘pernah’, itu pasti. Lantas gimana rasanya? Tepat sekali, tanpa diskusi panjang lebar pun, jawabannya sudah saklek yakni ‘ngebetein’, isn’t right?

Continue reading “Pikirkan kembali, Apakah Cuekmu Bisa Mengangkat Harga Dirimu?”

IELTS yang Menyebalkan

Liburan panjang ini aku gunain waktuku untuk belajar soal IELTS. Bagiku, liburan bukanlah lahan untuk main atau jalan-jalan aja, tapi ya harus ada something yang bisa dihasilkan. Misal, ada naskah buku yang jadi rapih, skor IELTS atau lain sebagainya. Tadinya sih udah berniat mau kursus ke Pare lagi, tapi sayangnya syarat mutlak untuk bisa khusus di sana itu harus punya skor TOEFL minimal 500. Sedangkan terakhir tes, aku baru bisa lolos sampai 453. Bisa aja sih sebenernya tes lagi, tapi mager gitu bolak-balik ke kampusnya wkwk. Yaudah, daripada ribet mending fokus belajar sendiri dulu deh.

Belajar IELTS sendiri? Apa nggak pusing?

 Menimbang biaya kursus yang juga nggak murah, yaudah lebih baik uangnya disimpan aja buat jalan-jalan kondangan sahabat nanti XD. Aku cari segala bahan belajar di internet, dari mulai ebook sampai unduhan video youtube. Flashdisk sampai penuh nggak muat, saking banyaknya. Kalau yang gratisan aja banyak, kenapa pula aku repot milih yang berbayar ya? Hehe

Tak lupa aku juga cari info di blog-blog terpopuler mengenai belajar IELTS mandiri. Alhamdulillah ternyata banyak juga yang bisa tembus 7 sampai 9 skor IELTS, Daebak. Ini bukan masalah ada tutornya atau bukan, lebih ke seberapa giat belajar. Kalau kursus tapi nggak fokus, kan juga bisa kalah sama belajar mandiri tapi serius, isn’t right?

 Hari pertamaku belajar, belum menemukan kesulitan yang berarti. Untuk seorang pemula belajar sekaligus pemilik kemampuan bahasa inggris yang pas-pas an ini, nilai 5,5 untuk listening bisa dikatakan bagus. Tapi bagaimana dengan nilai reading nya? Wah ini nih, nilainya 4,5, parah jasa kan. Kalau nilai writing dan speaking belum bisa diukur, menimbang bagian ini yang bisa menilai ialah penilai dari tempat tes IELTS nya.

Dalam IELTS kita diharuskan memahami maksud keyword bukan artinya, yang lebih menyebalkan kita harus tau sinonim artinya. Permasalahannya, artinya aja belum tau apalagi sinonimnya? Ambil contoh begini, kita belum tau nih artinya ‘Aku’, udah gitu yang tertera malah tulisannya ‘Gue’. Nah jadi bingung kan kalau nggak tau artinya?

Intinya sih, di IELTS ini kekayaan kosa kata adalah syarat mutlak. Di bagian listening, suara yang terdengar bahkan spelling nya bisa jadi tidakada sama sekali dalam pilihan jawaban. Di bagian reading pun begitu, teks dengan soal bisa jauh berbeda. Kalau di bagian writing, kita memakai bahasa yang sama dengan petunjuk sebenarnya tidak masalah, namun penilaiannya tetap diperhitungkan berdasarkan isi tulisan (ide + pengetahuan + contoh lain + bukti yang relevan) dan terutama skill grammar yang semakin baik maka semakin sempurna nilainya. The last, kalau bagian Speaking sih menurutku, dengan membiasakan ngomong pakai bahasa inggris dan memperkaya kosa kata, insyaAllah cukup membantu.

Sejauh 4 hari belajar ini, rasa khawatir itu malah jadi muncul. Ternyata harus banyak banget yang diperjuangkan dalam IELTS, nggak sembarang. At least, meskipun kesannya berat, meski begitu menyebalkan si IELTS, tapi aku yakin banget kalau aku maksimalin usaha terus, insyaAllah hasilnya nggak mengecewakan. Toh, kalau kita kuliah di luar negeri, bahasa pengantar kuliahnya juga bahasa Inggris, kan? Dan soal IELTS begini udah selayaknya jadi hal yang lumrah ke depannya. So, apapun itu tantangannya, buat kamu yang mau kuliah ke luar negeri, maksimalkan usaha terus ya. Bismillah.

 

Dirimu, Sangat Berharga

Allah, hamba sudah mendzolimi diri hamba sendiri, maafkan hamba yaa Allah.

Nyatanya, kita jarang sadar, betapa nikmat yang Allah beri, sungguh tiada banding.

Nyatanya, kita seringmengeluh, betapa hidup ini sulit, padahal sungguh itulah yang membuat kehidupan kita naik.

Nyatanya, kita sungguhlah papa, betapa tiada satupun yang bisa kita miliki tanpa seizinNya, namun sayangnya kita sengaja bersombong diri, seolah kitalah yang memiliki.

Allah, ampuni kami, sayangi kami, rahmati kami.

 

 

WordPress.com.

Atas ↑